Pengikat Hati

Terlahir dari batang pohon yang hampir rapuh Tak ada semangat, bahkan hati pun bukan katalis yang ampuh Tertelan hingar-bingar dunia, rasanya malas tinggalkan sedetik kenikmatan dunia Hati mulai buta, pandangan tak terarah, lisan teriakkan “folbek dong kaka”

Pahlawan Sejati

Merasakan rezeki berbalut kasih dan sayang dari Maha Penguasa sejak 12 tahun setelah Soekarno merdekakan negeri ini. Memupuk bibit unggul nan indah untuk masa depan yang cemerlang. Gagah. Berani. Tegas. Pahlawan yang sejati. Berangkat dari keadaan hampa. Bagai semut di … Continue reading

Ibu

Menggeliat aku di dalam dagingmu. Diajak aku menatap dunia olehmu. Menjual riak untuk berjuang dapatkan LC-PUFA darimu. Tak kuasa melihat dirimu berlakrimasi karena tepisan cuitanmu olehku. Ibu. Tak ada kosakata indah lain yang bisa aku gunakan untuk mendefinisikanmu. Tak ada … Continue reading

Petik

Tenang. Ayunan ombak yang begitu tenang membuat hari-hariku berjalan mulus tanpa harus diintepretasi dengan hal yang rumit. Bangun bersamaan dengan senyum Sang Surya, beraktivitas ceria seperti biasa diiringi oleh kicauan burung yang merdu, sampai terlelap  dalam dekapan rembulan. Semuanya berawal … Continue reading

Rumah Impian

Tak terasa tujuh tahun telah berlalu. Waktu di mana aku mulai coba membangun sebuah rumah kecil-kecilan. Dan entah kenapa, sampai saat ini pun rumah itu belum berdiri barang semeter. Pertama mencoba, ragu masih terasa beberapa saat. Sedikit ingin ini, sedikit … Continue reading

Ayah

Berangkat lebih dulu, pulang paling akhir. Sungguh pemimpin yang kedepankan kepentingan umat. Dari utara ke selatan, dari timur ke barat, hanya untuk belahan jiwa dan jagoannya. Banting tulang sampai kuliti stamina hanya untuk sebongkah senyum di bawah atap yang menantinya. … Continue reading