Keluhan Senja

image

Gambar dari capslocknet.com

Hari ini cukup cerah. Meski terkadang rasa sepi tetap menghinggapi diam-diam. Tanpa disadari raga mulai menggila dan mencabik derita masa lalu. Sudah berapa banyak fajar yang kutemui bersamamu? Kapan kau akan menghilang dari diriku?!

Mendung. Seakan dia menjawab, “Aku di sini karena disaat kau merana, aku mencoba menyadarkanmu bahwa aku tidak kekal.” Kegaduhan hati pun memuncak dan hanya bisa berharap ia segera pergi. Aku takut. Takut hal yang lebih buruk akan terjadi.

Tik. Tik. Tik. Hujan mulai merintik. Langit pun ikut bersedih bersamaan dengan jiwa yang tak tenang. Meski berusaha sekuat tenaga untuk tabah, tetap saja masa kelam akan menghantui hati yang rapuh. Pergi! Namun ia tetap mematung.

Deras hujan mulai membasahi wajah. Menyamarkan air mata yang tanpa sadar mengalir. Entah kapan ini akan berakhir. Tolong. Segeralah pergi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s